Friday, January 1, 2021

KAIDAH KEIMANAN PADA ALLAH SWT

 

بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._

Di sini saya akan membahas tentang kaidah keimanan dalam Islam keimanan merupakan hal yang sangat penting untuk menegakkan jiwa agama kita.kuat lemahnya kita beribadah kepada Allah juga tergantung seberapa besar keimanan kita yang bisa kita jaga sampai saat ini.Untuk itu beberapa ilmu seperti halnya ilmu ciptaan Allah perlu untuk diketahui dan Direnungi agar kita bisa menjadi Ulul albab yaitu orang yang berpikir atas keajaiban ciptaan Allah sehingga kita termasuk golongan yang dirahmati Allah di suatu hari akhir nanti.

secara garis besar terdapat dua alam yang diciptakan oleh Allah yaitu alam nyata dan alam gaib.alam nyata merupakan alam yang bisa dilihat dan dirasakan oleh panca indra dan bisa di fikir dengan cara teori.sedangkan alam yaitu alam yang tidak bisa digapai dengan panca indra walaupun telah dibuktikan dengan fakta-fakta keilmuan saat ini tidak cukup untuk mengulas seluk beluk alam ghaib. Wallahu a'lam bishawab.

Keyakinan tentang alam nyata diserahkan kepada *panca-indra dan analisa otak*, sedangkan alam ghaib, meyakininya hanya sebatas apa yang Alloh kabarkan melalui *al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi-Nya*, tidak boleh melebihi itu. 

 Alam ghaib dan seisinya mempunyai *kaedah-kaedah dan ukuran-ukuran yang kita tidak ketahui* dan berbeda dengan alam nyata, karena itu kita tidak bisa mengukur alam ghaib dengan ukuran-ukuran alam nyata. Seperti misalnya alam barzakh dimana terjadi interogasi Malaikat kepada orang yang telah meninggal dunia dan nikmat atau azab kubur adalah kejadian di alam ghaib yang *tidak terdeteksi dengan panca-indra atau dengan alat apapun yang dibuat manusia*.

Otak kita yang menjadi satu-satunya modal kita untuk berpikir,* tidak akan sanggup menangkap gambaran yang tuntas* tentang Alloh SWT tanpa Alloh sendiri memperkenalkan diri-Nya kepada kita. memang kita cuma manusia biasa didunia ini mata kitapenuh dengan penglihatan secara fisik dan jika memang otak harus berpikir jauh dengan rasa penasaran bagaimana bentuk Allah itu segeralah anda pikirkan bagaimana mendekatkan diri pada Allah sehingga Allah yang akan menunjukkan batin kecerahan dalam hatimu.

Pengenalan kita kepada Alloh melalui alat pikir kita (otak) sangat terbatas. Walaupun demikian *hal-hal yang kita dapat dengan cara berpikir bukan sedikit*. Dari pengamatan kita pada alam semesta dan pada diri-diri kita sendiri, kita dapati pastinya *hanya ada satu pencipta*, dimana tidak mungkin alam ini terwujudkan tanpa ada sosok yang menciptakannya dan *tidak mungkin ada lebih dari satu pencipta* karena semuanya berjalan dengan sangat teratur dan saling isi mengisi dalam sistem ekologi yang sangat akurat. Melalui berpikir, kita pun dapat meyakini bahwa *Sang Pencipta adalah sosok yang sangat bijaksana* dan ilmunya serta kesanggupannya tidak terbatas. 

Ketika kita tidak sanggup meliput keseluruhan Alloh, maka dengan sendirinya kita pun tidak akan pernah sanggup memahami mayoritas takdir dan perbuatan-Nya yang selalu sangat bijaksana. 

Sebagai makhluk yang sangat lemah dan diciptakan oleh pencipta yang maha kuat perkasa lagi berkuasa, maha berilmu dan maha bijaksana, kita *tidak berhak dan tidak sepantasnya* mempertanyakan apa-apa yang sang pencipta lakukan. Di dalam al-Qur’an Alloh telah menegaskan bahwa *diri-Nya tidak untuk dipertanyakan* dan Dia-lah yang akan mempertanyakan kita. Alloh pun menegaskan bahwa *tidak ada sesuatu apapun juga yang menyerupai diri-Nya*.

Sebagai seorang beriman yang meyakini keagungan Alloh, maka kita harus *sangat beradab dalam bertanya tentang Alloh* dan tidak menjadikan Alloh, Malaikat dan para Nabi sebagai olok-olokan. Kita berhadapan dengan Pencipta yang sangat dahsyat yang menggerakan alam semesta dengan semudah-mudahnya. Kita berhadapan dengan sosok yang memberi kita semua kenikmatan dan sanggup membenamkan kita ke dalam derita. Karena itu semua kita harus *sangat berhati-hati dalam menuntut ilmu tentang Alloh*.


Bagi para pemula berhati-hatilah agar *tidak terjebak oleh pertanyaan-pertanyaan* yang sengaja dibuat oleh kaum atheis dan liberal yang banyak mengandung kedurhakaan kepada Alloh. Pertanyaan-pertanyaan itu dibuat sedemikian rupa yang walaupun sangat mudah dijawab, akan tetapi bagi seorang pemula akan menjadi *racun yang mengguncang akidahnya*.


1 comment:

FAITH IN GOD

 1. Faith in language means trust. Whereas, in terms of faith, it is * believing the truth of the teachings of Islam, accepting and committ...